Pertengahan tahun 2020, kementrian pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim resmi mengubah ujian nasional (UN) menjadi Asesmen nasional. Banyak dari masyarakat, terutama wali murid yang pro-kontra dengan kebijakan tersebut.”apasih asesmen nasional itu?” “lah.. terus perbedaan antara keduanya apa dong ?”, gumam murid. Mari kita simak penjelasan yang kami kumpulkan dari beberapa sumber.

Apa Itu Asesmen Nasional?

Dikutip dari website Kemdikbud, Asesmen Nasional 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Perubahan mendasar pada asesmen nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dengan UN berbeda karena Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Beberapa perbedaan Asesmen Nasional dengan UN di antaranya disebabkan karena Asesmen Nasional difokuskan menjadi dasar perbaikan pembelajaran di sekolah

Asesmen nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.

Asesmen nasional juga di ubah bukan karena pandemi covid-19 pada saat itu terjadi. Melainkan, lebih melapangkan para siswa atas pemikiran pemikiran diskriminasi. Karena pada saat ujian nasional (UN), siswa yang mampu mendapatkan bimbel berbayar (diluar sekolah) dia yang di pastikan lulus ujian nasional pada tahun tersebut.

Aspek apa yang di ujikan pada asesmen nasional ?

1. Asesmen Kompetensi Minumum (AKM)

Asesmen Kompetensi Minimum adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi murid. Materi yang diukur pada asesmen kognitif ini bersifat esensial serta berkelanjutan lintas kelas dan lintas jenjang pendidikan.

Pengukuran kompetensi dasar pada Asesmen Nasional ini menggunakan materi lintas kurikulum. Tidak semua konten pada kurikulum diujikan.

Asesmen Nasional literasi membaca dan numerasi dilihat dari tiga komponen, yaitu konten, proses kognitif, dan konteks.

Komponen konten pada Asesmen Nasional literasi membaca terdiri dari teks informasi dan sastra. Komponen proses kognitif terdiri dari proses menemukan, interpretasi dan integrasi, dan evaluasi dan refleksi informasi. Sementara itu, komponen konteks terdiri dari personal, sosial budaya, dan saintifik.

Komponen konten pada Asesmen Nasional literasi numerasi atau matematika terdiri dari aljabar, bilangan, geometri, pengukuran, data dan ketidakpastian. Komponen proses kognitif terdiri dari proses pemahaman, penerapan, dan penalaran. Komponen konteks terdiri dari personal, sosial budaya, dan saintifik.

Soal asesmen nasional terdiri dari pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (memilih lebih dari satu jawaban benar), menjodohkan pertanyaan dengan jawaban, isian singkat, dan uraian.

Murid kelas V akan mengerjalan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan numerasi. Murid kelas VIII dan XI akan mengerjakan 36 soal.

AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga setiap murid akan menempuh soal yang sesuai dengan kemampuan murid itu sendiri. Tidak ada perbedaan soal Asesmen Nasional pada peminatan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama.

2. Survei Karakter

Survei Karakter adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Survei Karakter Asesmen Nasional bertujuan untuk memprediksi tindakan dan kinerja murid di berbagai konteks yang relevan.

Survei ini memastikan apakah proses belajar-mengajar di sekolah mengembangkan potensi murid secara utuh, baik kognitif dan non kognitif. Survei Karakter mengukur hasil belajar emosional yang mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, yaitu pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

3. Survei Lingkungan Belajar

Survei Lingkungan Belajar adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. Survei Lingkungan Belajar menggali informasi mengenai kualitas proses pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Jadi, sudah paham kan apa itu asesmen nasional !!